BEM Kemafar Unpad Berikan Penyuluhan Olah Sampah Organik
JDhallem
---
Sampah organik sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan mulai menjadi
permasalahan di berbagai daerah. Kerap kali masyarakat sekitar masih
belum mengetahui cara pengolahan sampah rumah tangga tersebut.
Hal
ini pula yang mendasari Klinik Tanaman (Klintan) Hama dan Penyakit
Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Padjadjaran
(Unpad) Bandung melakukan penyuluhan mengenai pengolahan sampah organik
rumah tangga kepada masyarakat Desa Jatimukti, Kecamatan Jatinangor,
Kabupaten Sumedang.
Semakin bertambahnya jumlah penduduk,
membuat semakin bertambah pula jumlah sampah organik rumah tangga yang
dihasilkan. Namun, lahan juga semakin sempit. Dengan demikian,
dibutuhkan suatu metode skala rumah tangga yang efektif untuk mengolah
sampah tersebut, agar tidak menumpuk dan menjadi masalah seperti yang
sering kita lihat di kota-kota besar, seperti Bandung.
Dalam
penyuluhan ini, metode pengolahan sampah organik rumah tangga yang
disampaikan adalah metode Keranjang Takakura. Metode yang pertama kali
dikenalkan di Surabaya ini mulai menjadi perhatian beberapa komunitas
dan LSM lingkungan dalam kampanyenya. Begitupun dengan Klintan.
Mengingat sasaran penyuluhan adalah rumah tangga, maka metode ini yang
dipilih.
Keranjang Takakura menggunakan prinsip yang sama seperti
pengomposan yang biasa, yaitu mengubah sampah organik berupa sisa
sayuran menjadi kompos, namun dikemas dengan lebih menarik dan sederhana
untuk rumah tangga, khususnya bagi kaum ibu. “Dengan dikenalkannya
metode Takakura ini, masyarakat disini bisa mengubah yang tadinya limbah
menjadi sesuatu yang bernilai tambah,” ujar salah satu pemateri, Adhi
Irianto seperti, disitat dari laman Unpad, Selasa (22/5/2012).
Peserta
penyuluhan yang didominasi oleh kaum ibu ini menunjukkan antusiasme
yang tinggi terhadap pemaparan pemateri. Hal ini juga terlihat dari
banyaknya pertanyaan yang disampaikan yang membuat pemateri sempat
sedikit kewalahan.
Keingintahuan peserta semakin tampak saat
memasuki sesi praktik membuat Keranjang Takakura. Kekeluargaan sangat
terasa karena masing-masing orang mengambil bagian, Ada peserta yang
menjahit bantalan sekam, ada yang mencacah sampah, menyiapkan kompos,
dan lainnya. Sesekali candaan ringan serta tawa membuat suasana menjadi
lebih akrab dan santai.
Dalam acara yang digelar oleh Badan
Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Farmasi (BEM Kemafar)
Unpad ini, Klintan menurunkan tim yang tergabung dalam Divisi Pengabdian
Masyarakat. Mereka adalah Lady Herawaty, Sona Febrina, Adhi Irianto,
dan Alga Delima Putra.
“Pesertanya seru, terlihat sekali
kekompakan mereka tadi. Semoga ini bermanfaat dan terjalin hubungan yang
berkelanjutan, terutama antara masyarakat Desa Jatimukti dengan Klintan
dan BEM Kemafar,” ujar komandan tim, Lady Herawaty.(mrg)(rhs)
Sumber : Okezone.com
Posting Komentar
Posting Komentar
